H016 ~ Menjauhi Bid’ah Dan Setiap Bid’ah Adalah Sesat (Bag.5)
Halaqah 16 | Keharaman Bid’ah dan Setiap Bid’ah adalah Sesat
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Alhamdulillāh wasshalātu wassalāmu ‘alā Rasūlullāh wa ‘alā ālihi wa ashhābihi wa man wālah.
Halaqah yang ke-16 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Ushūlus Sunnah yang ditulis oleh Imam Ahmad bin Hambal rahimahullāh.
Beliau mengatakan, di antara hal yang menunjukkan tentang keharaman bid’ah, yaitu hadis Aisyah radhiyallāhu ta’ālā ‘anhā bahwasanya Nabi ﷺ mengatakan:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
"Barang siapa yang mengada-adakan di dalam perkara kami (apa perkara Nabi ﷺ? Perkara agama). Barang siapa yang mengada-adakan di dalam perkara kami, yaitu perkara agama ini, apa yang bukan termasuk darinya, maka amalan tersebut adalah tertolak."
Menunjukkan tentang bahaya bid’ah. Selain dia adalah menyelisihi Allāh dan juga Rasūl-Nya, orang yang mengamalkan bid’ah di dalam agama, maka amalan tersebut tertolak.
Al-Imam An-Nawawi, dan kita tahu siapa beliau, termasuk ulama di dalam mazhab Asy-Syafi'i. Ketika beliau menjelaskan tentang hadis ini, beliau mengatakan:
وَهَذَا الْحَدِيثُ قَاعِدَةٌ عَظِيمَةٌ مِنْ قَوَاعِدِ الْإِسْلَامِ
"Hadis ini berisi tentang kaidah yang besar di dalam kaidah-kaidah Islam."
وَهُوَ مِنْ جَوَامِعِ كَلِمِهِ ﷺ فَإِنَّهُ صَرِيحٌ فِي رَدِّ كُلِّ الْبِدَعِ وَالْمُخْتَرَعَاتِ
"Maka hadis ini adalah termasuk jawāmi’ al-kalim yang dimiliki oleh Nabi ﷺ, yaitu kalimat yang ringkas tapi dia mengandung makna yang dalam. Karena sesungguhnya hadis ini sharīh, jelas-jelas menunjukkan ditolaknya seluruh bid’ah dan perkara-perkara yang diada-adakan di dalam agama ini."
Sehingga Al-Imam Ahmad rahimahullāh menjadikan ini termasuk pondasi bagi Ahlussunnah wal Jama'ah, termasuk pokok akidah mereka, yaitu meninggalkan bid’ah di dalam agama.
تَرْكُ الْبِدَعِ وَكُلُّ بِدْعَةٍ فَهِيَ ضَلَالَةٌ
"Meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah itu adalah sesat."
Selain dalil dari Al-Qur’ān dan juga sunnah Nabi ﷺ, maka di sana ada ijmā’ yang menunjukkan tentang diharamkannya bid’ah dengan seluruh jenisnya. Jangan ada yang mengatakan bahwasanya adalah pendapat Imam Ahmad saja. Ini seluruh ulama mereka melarang yang namanya bid’ah di dalam agama ini.
Saya sebutkan di sini ucapan dari Al-Imam Al-Bukhari. Beliau mengatakan:
"Aku bertemu dengan lebih dari seribu orang dari ahli ilmu. Aku bertemu dengan mereka berkali-kali, kurun demi kurun, kemudian kurun demi kurun. Aku menemui mereka dan mereka banyak sekali semenjak lebih dari 46 tahun." (Beliau bermuamalah, menimba ilmu dari para ulama dan ada di antara mereka yang menimba ilmu dari Al-Imam Al-Bukhari).
"Maka aku tidak melihat salah seorang di antara mereka berbeda di dalam permasalahan-permasalahan berikut; di antaranya beliau sebutkan bahwasanya agama atau ibadah atau iman ini ada ucapan dan juga ada perbuatan." Kemudian beliau menyebutkan akidah-akidah yang lain. Di antaranya:
وَكَانُوا يَنْهَوْنَ عَنِ الْبِدَعِ مَا لَمْ يَكُنْ عَلَيْهِ النَّبِيُّ ﷺ وَأَصْحَابُهُ
"Dan mereka semuanya melarang dari bid’ah. Tidak ada di antara mereka yang menghalalkan bid’ah di dalam agama ini. Bid’ah dengan pengertian yang kita sebutkan, sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ dan para sahabatnya."
Kemudian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga menukil ijmā’ ini. Beliau mengatakan di dalam kitab beliau Al-Istiqamah:
"Dan bersama ini semua, maka wajib untuk beramar ma’ruf nahi mungkar sesuai dengan nampaknya sunnah dan syariat ini. Kemudian wajib untuk melarang dari kebid’ahan dan juga kesesatan sesuai dengan keadaan, sebagaimana yang demikian ditunjukkan kewajibannya oleh Al-Qur’ān dan juga sunnah dan juga ijmā’ para umat (yaitu ijmā’ kaum muslimin)."
Dengan demikian, jelas bagi kita apa yang telah disampaikan oleh Al-Imam Ahmad bin Hambal bahwasanya termasuk pokok akidah Ahlussunnah wal Jama'ah adalah meninggalkan bid’ah yang kecil maupun yang besar. Dan keyakinan mereka bahwasanya setiap bid’ah itu adalah sesat dan tidak ada bid’ah yang hasanah. Wallāhu Ta’ālā A’lam.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, semoga bermanfaat, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
Wassalamu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Abdullah Roy, di Kota Jember.
Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy.
No comments:
Post a Comment
Silahkan tinggalkan komentar Anda.