002 Mahzab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Halaqah ke-2 dari Silsilah 'Ilmiyyah pembahasan Kitāb Al-'Aqīdah Al-Wāsithiyyah, karya Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah rahimahullāh.
Mazhab Fiqih Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah seorang Hanbali . Beliau tumbuh dan memulai perjalanan keilmuannya dalam fiqih dengan mazhab Imam Ahmad bin Hanbal. Namun, yang perlu dipahami dengan benar, penyebutan dia sebagai Hanbali bukan berarti dia fanatik atau ta'aṣṣub kepada mazhab sehingga hanya mengambil pendapat Imam Ahmad semata.
Yang dimaksud dengan penisbatan kepada mazhab - baik Hanbali, Syafi'i, Hanafi, maupun Maliki - sebagaimana dipahami oleh para ulama, adalah bahwa awal proses belajar fiqih mereka dimulai dengan mempelajari kitab-kitab mazhab tersebut. Setelah mencapai tingkatan ilmu tertentu, mereka tidak lagi melihat suatu pendapat berdasarkan nama mazhab, tetapi berdasarkan dalil. Pendapat yang lebih kuat dalilnya, itulah yang diambil.
Kesaksian Imam Adz-Dzahabi
Imam Adz-Dzahabi rahimahullāh berkata tentang gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah :
"Selama beberapa tahun terakhir, beliau tidak lagi berfatwa dengan mazhab tertentu, tetapi berfatwa berdasarkan pendapat yang menurut beliau lebih kuat dalilnya."
Imam Adz-Dzahabi juga menjelaskan bahwa Syaikhul Islam telah menolong sunnah secara murni dan menolong manhaj salaf, dengan hujjah-hujjah yang kuat, muqaddimah-muqaddimah ilmiah, dan penjelasan yang sebelumnya belum banyak diungkap oleh ulama lain.
Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa manhaj Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah ittiba' terhadap dalil, bukan ta'aṣṣub terhadap mazhab.
Aqidah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Adapun dari sisi aqidah, maka aqidah beliau sangat jelas , yaitu aqidah salafush shalih . Hal ini dapat dilihat dengan nyata dalam seluruh karya beliau, termasuk kitab yang akan kita pelajari bersama, yaitu Al-Aqidah Al-Wasithiyyah .
Dalam kitab ini, akan terlihat dengan jelas:
- Aqidah beliau tentang Asma' dan Sifat Allah ﷻ
- Aqidah beliau tentang para sahabat Nabi ﷺ
- Prinsip-prinsip dasar manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah
Insya Allah, hal-hal ini akan dibahas secara rinci pada pembahasan muqaddimah dan pasal-pasal berikutnya.
Karya-Karya Syaikhul Islam
Imam Adz-Dzahabi menyebutkan bahwa beliau pernah berusaha mengumpulkan karya-karya gurunya, Syaikhul Islam Taqiyuddin Abul 'Abbas Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam Ibnu Taimiyyah rahimahullah. Dalam upaya tersebut, beliau menemukan sekitar seribu karya - baik berupa kitab, risalah, maupun tulisan.
Namun setelah itu, beliau masih menemukan karya-karya lain yang belum dikumpulkan. Hal ini menunjukkan betapa banyaknya tulisan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan betapa Allah ﷻ membukakan bagi beliau pintu menulis, pintu dakwah, dan pintu jihad dengan lisan serta tulisan.
Menulis adalah keutamaan besar. Tulisan akan tetap hidup meskipun penulisnya telah wafat. Adapun ilmu yang hanya disampaikan secara lisan tanpa dicatat atau direkam, sering kali akan hilang bersama wafatnya seseorang. Oleh karena itu, menulis menjadi sarana penting dalam menjaga dan menyebarkan ilmu.
Namun yang perlu diperhatikan, semoga seseorang menulis apa yang benar-benar dibutuhkan oleh umat, bukan sekadar menulis agar memiliki karya.
Sebab Penulisan Al-Aqidah Al-Wasithiyyah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menulis Al-'Aqidah Al-Wasithiyyah bukan tanpa sebab. Kitab ini ditulis atas permintaan khusus dari seseorang yang tidak menginginkan penjelasan aqidah kecuali dari tulisan Syaikhul Islam sendiri, padahal sebelum beliau telah banyak kitab aqidah yang ditulis oleh para ulama.
Permintaan tersebut akhirnya beliau kabulkan, dan lahirlah kitab yang kemudian menjadi salah satu rujukan aqidah paling penting dalam Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Gaya Penulisan dan Keistimewaan Ilmiah
Tulisan-tulisan Syaikhul Islam dikenal:
- Memiliki ungkapan yang kuat dan jelas
- Susunan yang rapi dan sistematis
- Pembagian masalah ( taqsimat ) yang sangat tajam dan mendalam
Sebagian ulama juga menyebutkan bahwa beliau memahami bahasa Ibrani (Abriah) dan bahasa Latin, yang dipahami dari beberapa ungkapan beliau, termasuk pernyataannya bahwa bahasa Ibrani memiliki kedekatan dengan bahasa Arab. Hal ini menunjukkan keluasan wawasan kebahasaan beliau.
Akhlak dan Kepribadian
Dari sisi akhlak, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dikenal sebagai:
- Ulama yang dermawan dan mulia,
- Memiliki keberanian, dan bukan berpura-pura,
- Seorang yang zuhud terhadap dunia.
Beliau bahkan banyak meninggalkan perkara yang mubah karena khawatir terjatuh ke dalam perkara yang haram. Ini merupakan buah dari ilmu yang benar, zuhud terhadap dunia dan kecintaan kepada akhirat.
Jihad dan Keteladanan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berjihad di jalan Allah ﷻ:
- Dengan lisan melalui dakwah,
- Dengan tulisan melalui karya-karyanya,
- Dengan perbuatannya , ikut serta melawan tentara Tatar dan mendorong kaum muslimin untuk berjihad.
Dalam peperangan, beliau berada di barisan terdepan, menjadi teladan bagi umat. Jihad yang beliau maksud dan lakukan adalah jihad yang syar'i, bukan jihad yang mencapai sebagaimana yang dipahami oleh sebagian kelompok sesat.
Demikian yang dapat disampaikan pada halaqah kali ini. Semoga bermanfaat dan dapat menambah semangat kita dalam menuntut ilmu serta mengikuti manhaj salafush shalih.
Simak Audio Mahzab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Pemateri : Ustad. DR. Abdullah Roy, MA
1 comment:
Catatan :
Menulis adalah keutamaan besar. Tulisan akan tetap hidup meskipun penulisnya telah wafat. Adapun ilmu yang hanya disampaikan secara lisan tanpa dicatat atau direkam, sering kali akan hilang bersama wafatnya seseorang. Oleh karena itu, menulis menjadi sarana penting dalam menjaga dan menyebarkan ilmu.
Post a Comment
Silahkan tinggalkan komentar Anda.