001 Biografi, Nama, Gelar, Nasab, Guru Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

Halaqah pertama dari Silsilah Ilmiyyah pembahasan kitab Al 'Aqidah Al Wasithiyyah, karya Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah rahimahullah.

Pada kesempatan ini, pembahasan difokuskan pada biografi penulis kitab (mu'allif), yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Hal ini merupakan kebiasaan yang baik dan telah menjadi metode para ulama sebelum mengkaji sebuah kitab terlebih dahulu dengan mengenal siapa pengarangnya. Dengan demikian memudahkan kita memahami kedudukan kitab tersebut dan latar belakang keilmuan penulisnya.

Antara faedah mempelajari biografi para ulama - terlebih mereka yang telah dikenal dengan ketakwaan, keluasan ilmu, dan besarnya manfaat ilmunya bagi umat - adalah munculnya semangat dalam menuntut ilmu, meningkatnya kesabaran, serta keteguhan dalam berdakwah. Ketika seseorang membaca kesabaran para ulama dalam menuntut ilmu, mengajarkannya, dan berdakwah, maka hal itu menjadi pelajaran dan motivasi yang sangat besar.

Nama dan Nasab

Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Al Khadr bin Muhammad bin Al Khadr bin Ali bin Abdullah bin Taimiyyah Al Harrani.

Terkait dengan laqab (julukan/gelar) Ibnu Taimiyyah, terdapat beberapa penjelasan. Di antaranya disebutkan bahwa kakek beliau yang kelima, yaitu Muhammad bin Al-Khadr, pernah melaksanakan haji dan melewati suatu daerah bernama Taima'. Di sana dia melihat seorang anak perempuan. Ketika kembali ke negerinya, ternyata istrinya telah melahirkan seorang anak perempuan. Maka beliau berkata, "Ya Taimiyyah! Ya Taimiyyah!" sebagai bentuk penisbatan ke daerah Taima'. Taima' sendiri merupakan daerah yang terletak dekat Tabuk. Dari sinilah laqab Taimiyyah dikenal.

Kelahiran dan Gelar

Beliau dilahirkan pada hari Senin, 10 Rabiul Awwal tahun 661 H, di Harran, yang termasuk wilayah Syam.

Laqab beliau adalah Syaikhul Islam, dan juga dikenal dengan Syaikhul Islam Taqiyuddin. Oleh karena itu, dalam kitab-kitab ulama sering dijumpai ungkapan qala Syaikhul Islam atau qala Taqiyuddin. Adapun kunyah beliau adalah Abul 'Abbas'.

Makna Gelar "Syaikhul Islam"

Para ulama menyebutkan beberapa penjelasan mengenai makna gelar Syaikhul Islam. Di antaranya :

1. Syaikh secara bahasa berarti orang yang telah matang atau dewasa. Maksudnya, beliau telah mencapai kematangan ilmu, ketakwaan, dan akhlak, berbeda dengan kebanyakan orang seusianya yang masih larut dalam syahwat dan hawa nafsu.

2. Ada pula yang mengatakan bahwa seseorang disebut Syaikhul Islam karena ia menjadi rujukan umat dalam masalah agama, tempat manusia kembali untuk bertanya tentang hukum-hukum Islam setelah Al-Qur’an dan Sunnah.

Istilah Syaikhul Islam bukanlah istilah baru pada masa Ibnu Taimiyyah. Para ulama terdahulu seperti Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal juga telah menggunakan istilah ini.

Keluarga dan Lingkungan Ilmu

Beliau berasal dari keluarga yang dikenal dengan Alu Taimiyyah, sebuah keluarga ulama yang penuh keberkahan dan perhatian terhadap ilmu agama.

Kakek beliau, Abdus Salam, dikenal dengan kunyah Abul Barakat Majduddin, adalah ulama besar mazhab Hanbali. Di antara karya beliau adalah Al-Muntaqa min Akhbar al-Muṣṭafa, yang kemudian disyarah oleh Asy-Syaukani dalam kitab Nail al-Auṭar.

Ayah beliau, Abdul Halim, memiliki laqab Syihabuddin dan kunyah Abul Mahasin. Beliau juga seorang ulama dan pendidik, yang mengajarkan ilmu kepada kedua putranya diantaraya :

  1. Ahmad bin Abdul Halim (Ibnu Taimiyyah) dan saudaranya, 
  2. Abu Muhammad, yang juga seorang ulama Hanbali dan dikenal kepandaiannya dalam ilmu agama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keluarga Ibnu Taimiyyah adalah keluarga yang menanamkan kecintaan terhadap agama dan ilmu sejak dini. Ini menjadi pelajaran penting bahwa pendidikan keluarga sangat berpengaruh, terutama jika orang tua mampu menjadi teladan (qudwah) yang baik.

Guru-Guru dan Murid-Murid

Menurut murid beliau, Ibnu 'Abdil Hadi , guru-guru Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah berjumlah lebih dari 200 orang. Beberapa diantaranya :

  1. Syamsuddin Abu Muhammad Abdurrahman Ibnu Qudamah Al-Maqdisi (w. 682 H)
  2. Abdus Shomad Ibnu ‘Asyakir Ad-Dimasyqi (w. 686 H)
  3. Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad Ibnul Qawi Al-Mardawi (w. 703 H)

Mengenai murid-murid beliau, banyak di antara mereka yang menjadi ulama besar dan masyhur, seperti:

  1. Ibnu ‘Abdil Hadi (w. 744 H)
  2. Adz-Dzahabi (w. 748 H)
  3. Ibnul Qayyim (w. 751 H)
  4. Ibnu Muflih , penulis Al-Adab Asy-Syar’iyyah (w. 763 H)
  5. Ibnu Katsir , penulis Tafsir Ibnu Katsir (w. 774 H)
Ini menunjukkan keberkahan ilmu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan bagaimana Allah ﷻ menjadikan dirinya sebagai sebab lahirnya para ulama besar yang mutqin dalam ilmu, yang dikenal ketakwaannya, dan sungguh-sungguh dalam menyebarkan agama.

Penutup

Bagi para teladan ilmu dan para da’i, kisah Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah menjadi teladan besar. Tidak mungkin lahir murid-murid yang berilmu dan bertakwa kecuali dari guru yang ikhlas, sungguh-sungguh, berilmu, dan berakhlak mulia.

Itulah yang dapat disampaikan pada halaqah kali ini. Semoga bermanfaat dan menjadi wasilah untuk semakin semangat dalam menuntut ilmu.

Simak Audio Biografi, Nama, Gelar, Nasab, Guru Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Pemateri : Ustad. DR. Abdullah Roy, MA

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar Anda.