005 Penjelasan Umum Tentang Kitab Al-Aqidah Al-Wasithiyyah
Kitab Al-Aqidah Al Wasithiyyah memiliki kedudukan yang tinggi di antara kitab-kitab lainnya. Kitab ini memiliki sejumlah kelebihan dan keistimewaan yang menjadikannya sangat penting untuk dipelajari.
Di antara keutamaan kitab Al-Aqidah Al Wasithiyyah adalah bahwa aqidah yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam kitab ini berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah Nabi ﷺ, serta ijma' para salaf, khususnya ijma' para imam salaf. Selain itu, beliau sangat teliti dalam penggunaan lafaz. Sebisa mungkin, lafaz-lafaz yang digunakan adalah lafaz yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadits, atau yang diucapkan oleh para salaf.
Beliau berusaha menjaga lafaz dan makna secara bersamaan. Syaikhul Islam menyatakan bahwa beliau berusaha dalam penulisan Al-Aqidah Al Wasithiyyah untuk mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah, baik dari sisi lafaz maupun maknanya. Beliau juga menegaskan bahwa setiap lafaz yang disebutkan dalam kitab ini diusahakan untuk disertai dengan dalil berupa ayat, hadits, atau ijma' para salaf. Artinya, lafaz-lafaz yang digunakan adalah lafaz-lafaz syar'i dan tidak keluar dari batasan syariat.
Hal ini menunjukkan keluasan ilmu beliau serta kehati-hatian yang sangat besar dalam penulisan kitab ini. Kitab ini akan dibaca oleh banyak orang, sehingga beliau benar-benar menjaga agar lafaz dan maknanya sesuai dengan al-Qur'an dan sunnah, tanpa memunculkan istilah-istilah baru yang tidak dikenal dalam nash. Berbeda dengan ahlul kalam yang sering menciptakan istilah-istilah baru yang tidak disebutkan oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ, lalu mencampurkan antara kebenaran dan kebatilan dengan permainan lafaz.
Di antara kelebihan kitab ini juga, ketika Syaikhul Islam berbicara tentang nama dan sifat Allah ﷻ, beliau hanya menyebutkan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi ﷺ. Ketika menyebutkan bahwa Allah ﷻ berbicara, beliau mendatangkan ayat-ayat yang menunjukkan sifat kalam bagi Allah. Ketika menyebutkan bahwa Allah ﷻ ber-istiwa, beliau menyebutkan ayat-ayat tentang istiwa. Demikian pula dalam penyebutan hadits-hadits Nabi ﷺ. Inilah metode Syaikhul Islam dalam penulisan Al-Aqidah Al-Wasithiyyah.
Keutamaan berikutnya adalah bahwa apa yang beliau tuliskan dalam kitab ini merupakan buah dari penelitian tatabbu' dan istiqra' (proses menelusuri dan kesimpulan) yang mendalam, hasil dari pembacaan beliau terhadap perkataan-perkataan para salaf. Baik dalam masalah nama dan sifat Allah ﷻ, iman kepada hari akhir, iman kepada takdir, maupun sikap terhadap para sahabat dan masalah-masalah ushul aqidah lainnya.
Beliau menegaskan bahwa beliau tidak menulis dalam kitab ini kecuali aqidah para salafus shalih seluruhnya. Syaikhul Islam membaca banyak kitab ulama yang berisi nukilan-nukilan dari para salaf dalam masalah aqidah, lalu menyimpulkannya dan menuangkannya ke dalam Al-Aqidah Al-Wasithiyyah. Di antara keutamaan kitab ini pula adalah kesungguhan beliau dalam men-taḥrir (membebaskan, melepaskan, atau menuliskan) dan sangat teliti dalam merangkum aqidah, dengan menyajikannya secara ringkas namun padat.
Di antara bentuk kehati-hatian dan ketawadhuan beliau, Syaikhul Islam menyatakan bahwa beliau memberikan kesempatan kepada siapa pun yang menyelisihi beliau dalam perkara-perkara aqidah yang disebutkan dalam kitab ini selama tiga tahun . Beliau membuka pintu bagi siapa saja yang ingin menunjukkan kesalahan dalam kitab ini. Apabila terbukti bahwa ada sesuatu yang menyelisihi aqidah para salaf, beliau siap untuk rujuk dan menghilangkan bagian tersebut.
Hal ini menunjukkan ke-tawadhuan dan kehati-hatian beliau. Beliau tidak ingin menyebarkan kitab ini dalam keadaan yang mengandung kesalahan. Bahkan beliau memberikan kesempatan kepada para ulama yang berseberangan dengan beliau. Jika yang meneliti hanyalah murid-murid atau orang-orang yang sepaham, hal itu tidak mengherankan. Namun justru musuh-musuhnya pun diberi kesempatan untuk meneliti. Setelah tiga tahun berlalu, tidak ada seorang pun yang mampu menunjukkan bahwa aqidah dalam kitab ini menyelisihi aqidah para salaf.
Hal ini menunjukkan kuatnya landasan ilmiah kitab ini, kedalaman ilmu Syaikhul Islam, serta keikhlasan beliau dalam mencari kebenaran. Kitab ini akhirnya diterima oleh para ulama dengan qabulan ḥasanan (penerimaan yang baik), baik oleh yang sependapat maupun oleh yang berseberangan.
Keutamaan lainnya, kitab ini adalah kitab yang ringkas namun padat. Meskipun ringkas, Al-Aqidah Al-Wasithiyyah mencakup sebagian besar permasalahan ushul aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, terutama perkara-perkara yang membedakan antara Ahlus Sunnah dan ahlul bid'ah. Inilah kelebihan besar kitab ini, ringkas tetapi mencakup pokok-pokok aqidah.
Di akhir kitab, Syaikhul Islam juga menyebutkan akhlak Ahlus Sunnah wal Jama'ah, sebagai ciri firqatun najiyah. Mereka diperintahkan kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, serta memiliki akhlak yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa tidak cukup seseorang hanya memperhatikan aqidah secara teori. Aqidah yang benar dan diamalkan akan melahirkan rasa takut kepada Allah ﷻ, yang tercermin dalam akhlak yang baik terhadap sesama manusia.
Inilah beberapa keutamaan kitab Al-Aqidah Al-Wasithiyyah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Imam Adz-Dzahabi rahimahullah mengatakan bahwa baik kawan maupun lawan sepakat bahwa kitab ini adalah aqidah salafiyyah yang jayyidah. Demikian pula Ibnu Rajab rahimahullah menyatakan bahwa para ulama telah sepakat bahwa Al-Aqidah Al-Wasithiyyah adalah aqidah yang sunniyyah, salafiyyah, dan sesuai dengan manhaj para salaf.
No comments:
Post a Comment
Silahkan tinggalkan komentar Anda.