H006 ~ Sanad Periwayatan Sampai Ke Penulis Kitab
Halaqah yang keenam dari silsilah ilmiah pembahasan kitab Ushulu Sunnah yang ditulis oleh Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah. Nama kitab ini adalah Ushulu Sunnah, dan yang dimaksud dengan ushul adalah jamak dari:
أَصْلٌ
yang artinya dalam bahasa kita adalah pondasi, atau pokok, atau asas. Dan yang dimaksud dengan pokok atau asas adalah sesuatu yang menjadi—yang bercabang darinya yang lain. Misalnya ada cabang, di sana ada pokok. Maka yang dimaksud dengan pokok adalah sesuatu yang bercabang darinya yang lain, atau yang menjadi tumpuan bagi yang lain.
Dan yang dimaksud dengan sunnah adalah agama ini secara keseluruhan. Karena As-Sunnah secara bahasa adalah:
الطَّرِيْقَةُ
atau jalan. Dan yang dimaksud adalah jalannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan jalannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, jalan hidup beliau adalah agama ini yaitu agama Islam. Sehingga bisa dikatakan bahwasanya As-Sunnah adalah Islam itu sendiri. Sehingga tidak heran kalau Al-Barbahari beliau mengatakan:
اَلإِسْلَامُ هُوَ السُّنَّةُ وَالسُّنَّةُ هِيَ اَلإِسْلَامُ
Islam itu adalah sunnah, dan sunnah itu adalah agama Islam itu sendiri.
Sehingga Ushulu Sunnah, yang dimaksud adalah pokok-pokok, pondasi-pondasi, dasar-dasar dari agama Islam yang bercabang darinya yang lain, yang menjadi tumpuan bagi yang lain. Dan isinya adalah tentang masalah akidah. Karena akidah ini adalah pokok, dia adalah pondasi, dia adalah dasar. Apabila seseorang akidahnya baik, pondasinya baik, maka ini akan berpengaruh kepada ibadahnya, akan berpengaruh pada akhlaknya. Apabila akidahnya benar, akidah yang shahihah, maka akan melahirkan ibadah-ibadah yang berkualitas. Apabila akidahnya adalah benar, maka akan memunculkan akhlak-akhlak yang mulia. Sehingga dinamakan dengan Ushulu Sunnah, pokok-pokok dari agama ini, yang isinya adalah masalah akidah.
Dan kitab ini bukan sendirian tentang masalah nama. Di sana ada kitab yang lain dengan nama yang sama, dan isinya kurang lebih sama yaitu tentang masalah akidah. Al-Humaidi rahimahullah, yang beliau adalah guru dari Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah, bahkan termasuk awal-awal guru dari Imam Al-Bukhari, beliau memiliki kitab Ushulu Sunnah juga. Tidak masalah seseorang mengarang kitab dengan judul yang sama seperti kitab yang dikarang oleh temannya, atau oleh gurunya. Demikian para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah, terkadang mereka mengarang kitab dengan judul yang sama dan isinya materinya adalah materi yang sama, dan bukan merupakan aib. Tidak harus seseorang mendatangkan judul yang baru. Karena yang dimaksud dengan judul adalah bagaimana orang membacanya dan dia mengetahui apa isinya.
Kitab ini yaitu Ushulu Sunnah, ada yang mengatakan ditulis langsung oleh Al-Imam Ahmad bin Hambal. Ini disebutkan di dalam sebagian biografi Al-Imam Ahmad bin Hambal. Jadi itu bukan ditulis oleh muridnya misalnya, tapi ditulis langsung oleh Al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah. Ini tentunya sesuatu yang lebih menenangkan hati. Meskipun seandainya itu adalah ditulis oleh muridnya, bukan berarti kita tidak percaya dan tidak menganggap ini adalah kitab beliau. Jadi kadang seorang syekh atau seorang imam, dia menulis kitab dengan tangannya dan terkadang beliau berbicara dan ditulis oleh murid-muridnya. Kalau ini ditulis langsung oleh penulis tersebut, tentunya ini lebih—lebih kuat dan lebih menenangkan hati seseorang.
Ditambah lagi di sana ada sanad yang nyambung sampai penulis. Dan di awal kitab ini Al-Lalika'i beliau mendatangkan sanad beliau sampai Al-Imam Ahmad bin Hambal. Di sana ada tujuh orang, yaitu tujuh rawi antara Al-Lalika'i sampai Al-Imam Ahmad bin Hambal. Al-Lalika'i mengatakan:
الَ الشَّيْخُ الْإِمَامُ أَبُو الْمُظَفَّرِ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَلِيِّ بْنِ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا الشَّيْخُ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ يَحْيَى بْنُ أَبِي الْحَسَنِ بْنِ الْبَنَّا
Yahya bin Al-Hasan, beliau adalah Yahya bin Al-Hasan bin Ahmad bin Al-Banna Al-Baghdadi Al-Hambali.
قَالَ أَخْبَرَنَا وَالِدِي أَبُو عَلِيٍّ الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْبَنَّا
Abu Ali, beliau adalah Al-Hasan bin Ahmad bin Abdullah bin Al-Banna Al-Baghdadi Al-Hambali, Al-Imam Al-Alim Al-Mufti Al-Muhaddits. Beliau adalah seorang imam, seorang mufti, seorang ahli hadis, dan memiliki banyak karangan. Kemudian rawi yang ketiga:
قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بِشْرَانَ الْمُعَدَّلُ
Beliau adalah Abu Al-Husain Ali bin Muhammad bin Abdullah bin Bisyran bin Muhammad Al-Umawi Al-Baghdadi. Al-Khathib Al-Baghdadi mengatakan:
كَانَ صَدُوقًا ثَبْتًا تَامَّ الْمُرُوءَةِ ظَاهِرَ الدِّيَانَةِ
Beliau adalah seorang yang shaduq, yang tsabt, yang kuat, yang bisa dipercaya, orang yang sangat menjaga muruahnya, dan sangat jelas ibadahnya.
قَالَ أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ السَّمَّاكِ
Rawi yang keempat, beliau adalah Utsman bin Ahmad, kunyah beliau adalah Abu Amr Al-Baghdadi Ad-Daqqaq, Musnidu Baghdad. Beliau adalah yang dikenal dengan Musnid Baghdad, seorang ulama yang banyak sanadnya dari Baghdad.
كَانَ ثِقَةً صَدُوقًا
Beliau adalah seorang yang tsiqah, yang saleh, yang dipercaya. Meninggal dunia pada tahun 344 Hijriah, dan disebutkan bahwasanya saat itu yang mengiring jenazah beliau ada 50.000 orang. Ini menunjukkan tentang keutamaan beliau.
قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ بْنِ أَبِي الْعَنْبَرِ
Beliau adalah Al-Hasan bin Abdil Wahhab bin Abil Anbar Al-Baghdadi. Dan beliau adalah seorang yang tsiqah, dikenal dengan orang yang getol ibadahnya, dan dikenal dengan kebaikannya, dan berpegang teguhnya dengan sunnah. Meninggal dunia pada tahun 293 Hijriah.
قِرَاءَةً عَلَيْهِ مِنْ كِتَابِهِ فِي شَهْرِ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ مِنْ سَنَةِ ثَلَاثٍ وَتِسْعِينَ وَمِائَتَيْنِ
Utsman bin Ahmad mengatakan:
حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ
menceritakan bahwasanya saat itu beliau dibacakan kepada beliau dari kitab beliau dan menyebutkan waktunya yaitu di bulan Rabiul Awal pada tahun 293 Hijriah, berarti empat tahun sebelum meninggalnya Abul Hasan.
قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمِنْقَرِيُّ الْبَصْرِيُّ بِتِنِّيسَ
Abu Ja'far ini adalah Muhammad bin Sulaiman bin Dawud Abu Ja'far Al-Minqari, termasuk orang yang tsiqah sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Asakir. Dan di sini disebutkan:
بِتِنِّيسَ
di Tinnis, ini sebuah jazirah. Dan ini menunjukkan tentang bahwasanya dia mengingat sekali kapan dia mendapatkan sanad kitab ini atau membacakan kitab ini, di mana letaknya, di Tinnis.
قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُوسُ بْنُ مَالِكٍ الْعَطَّارُ
Kunyahnya adalah Abu Muhammad. Abdus ini adalah yang meriwayatkan, yang mendengar dari Al-Imam Ahmad bin Hambal secara langsung. Kunyahnya adalah Abu Muhammad, dan dia termasuk murid khususnya Al-Imam Ahmad bin Hambal. Kita sebutkan murid khususnya, ini untuk lebih menunjukkan kepada kita, selain kitab ini adalah bersanad sampai Al-Imam Ahmad bin Hambal, maka yang meriwayatkan kitab ini adalah murid spesialnya dan murid khususnya dari Al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah.
Dan demikian Ahlussunnah wal Jama'ah, agama mereka diambil dari generasi sebelumnya dan generasi sebelumnya dan generasi sebelumnya sampai kepada para salaf rahimahumullah. Apalagi tentang masalah akidah, jangan sampai seseorang membuat akidah yang baru yang tidak diajarkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan tidak diyakini oleh para salaf radhiyallahu ta'ala 'anhum. Mereka mendapatkan akidah tersebut dari generasi ke generasi sampai kepada para salaf, dan para salaf mendapatkan akidah tersebut dari para sahabat, dan para sahabat mendapatkan akidah tersebut dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian Abdus mengatakan:
قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ أَحْمَدَ بْنَ مُحَمَّدِ بْنِ حَنْبَلٍ يَقُولُ
"Aku mendengar..." berarti bukan hanya mendapatkan ini dari temannya misalnya, tapi mendengar langsung dari Al-Imam Ahmad bin Hambal. Akidah ini ditulis dan disampaikan oleh Al-Imam Ahmad bin Hambal secara langsung kepada murid-muridnya.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Abdullah Roy di Kota Jember. Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy.
Simak audio lengkap pembahasan H006 ~ Sanad Periwayatan Sampai Ke Penulis Kitab
No comments:
Post a Comment
Silahkan tinggalkan komentar Anda.