182 Ahlussunnah Ber-amar Ma'aruf Nahi Mungkar
Halaqah ke-182 dari Silsilah Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al-Aqidah Al-Wasithiyyah yang ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah.
Kita masuk pada pembahasan baru mengenai prinsip bahwa Ahlussunnah wal Jama'ah senantiasa ber-amar ma'ruf nahi mungkar. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan:
ثُمَّ هُمْ مَعَ هَذِهِ الْأُصُولِ
"Kemudian mereka, yaitu Ahlussunnah wal Jama'ah, al-firqatun najiyah, at-tha'ifah al-manshurah, bersama dengan pondasi-pondasi ini."
Hal ini dikarenakan beliau sebelumnya telah menyebutkan pondasi-pondasi akidah Ahlussunnah wal Jama'ah. Wa min ushul... wa min ushul... di antara pondasi atau pokok akidah Ahlussunnah wal Jama'ah adalah demikian dan demikian. Mereka melaksanakan serta mempraktikkan pondasi-pondasi tersebut, dan bersamaan dengan itu:
يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
"Mereka memerintahkan yang lain untuk melakukan kebaikan." Artinya, mereka mendakwahkan akidah yang telah dipelajari dan didalami, bukan hanya untuk diri mereka sendiri. Mereka menyuruh orang lain kepada kebaikan; menyuruh untuk berpegang teguh pada dalil, mengimani sifat-sifat Allah, serta meyakini bahwasanya iman itu dapat bertambah dan berkurang.
Mereka ya'muruna bil ma'ruf, yakni memerintahkan kepada kebaikan. Apa yang mereka pelajari, mereka sampaikan kepada orang lain. Mereka berusaha menyebarkan akidah tersebut, khususnya kepada mereka yang belum mempelajarinya.
Wa yanhawna 'anil munkar, dan mereka melarang kemungkaran; tidak membiarkannya. Akidah yang mereka pelajari menuntut mereka untuk melarang orang lain dari kemungkaran. Ketika mereka terus belajar, mereka menemukan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk ber-amar ma'ruf nahi mungkar.
Jika terdapat orang yang beribadah kepada Allah dengan bid'ah, maka mereka melarangnya. Sebab, di antara pokok akidah Ahlussunnah wal Jama'ah adalah ittiba' (mengikuti) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat, serta menjauhi bid'ah.
Jika ada orang yang memiliki sikap tidak baik kepada para sahabat radhiyallahu 'anhum, maka mereka yanhawna 'anil munkar. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an saat menyifati orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain." Sebagian mereka mencintai sebagian yang lain karena Allah dan karena iman. "Mereka memerintahkan (mengerjakan) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar."
Ayat ini menunjukkan bahwa sifat orang beriman adalah mengajak pada kebaikan dan melarang kemungkaran; tidak diam terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Tentunya, orang yang paling berhak mendapatkan amar ma'ruf nahi mungkar dari kita adalah keluarga dan orang-orang terdekat.
Ini adalah sifat dan sikap seorang Ahlussunnah wal Jama'ah. Mereka tidak acuh (cuek) terhadap lingkungan sekitar. Mereka tidak akan berkata, "Jika dia ingin bermaksiat, itu urusannya, saya tidak mau ikut campur." Sikap tersebut bukan mencerminkan Ahlussunnah wal Jama'ah.
Jika akidah dalam dirinya kokoh, maka insya Allah akan membuahkan sikap amar ma'ruf nahi mungkar. Akidah yang kuat melahirkan kecintaan yang besar kepada Allah dan kesiapan untuk berkorban bagi-Nya. Ia akan siap menerima risiko dari aktivitas tersebut sebagai bukti cinta yang mendalam kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Mencintai Allah berarti senang apabila Allah ditaati dan benci apabila Allah dimaksiati. Inilah buah dari akidah yang benar. Semakin sempurna keimanan seseorang, maka semakin kuat pula ia ber-amar ma'ruf nahi mungkar. Dalam ayat lain, Allah berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ
"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia." Khaira ummatin ukhrijat lin-nas. Mengapa umat Islam menyandang gelar tersebut? Sifatnya adalah: ta'muruna bil ma'ruf wa tanhawna 'anil munkar wa tu'minuna billah. Karena kalian melakukan amar ma'ruf nahi mungkar.
Itulah yang menjadikan kalian umat terbaik. Tidak hanya memperhatikan diri sendiri, tetapi juga keselamatan orang lain. La yu'minu ahadukum hatta yuhibba li-akhihi, tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.
Sebagaimana ia bahagia mendapatkan hidayah tauhid dan sunah, maka ia harus senang jika orang lain juga mendapatkannya. Salah satu caranya adalah dengan berusaha menyampaikan tauhid dan sunah ini. Dengan sifat inilah umat ini menyandang gelar khaira ummah.
Wa tu'minuna billah, dan kalian beriman kepada Allah. Mereka melakukan itu semua murni karena iman, bukan agar dianggap alim atau saleh. Tujuannya bukan untuk dipuji manusia atau merasa lebih mulia dari yang lain.
Niatnya adalah untuk meninggikan kalimat Allah, bukan untuk popularitas, mencari pengikut, atau derajat duniawi. Ia berbahagia apabila melihat manusia bertauhid dan bersemangat mengikuti sunah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Di sanalah letak kebahagiaannya dalam mencari rida Allah 'Azza wa Jalla.
Dalam ayat lain, Allah berfirman:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan." Ini menunjukkan bahwa amar ma'ruf nahi mungkar atau berdakwah hukumnya adalah fardu kifayah. Jika sudah dilakukan oleh sebagian, maka gugur kewajiban bagi yang lain.
"...dan menyuruh (berbuat) yang makruf, serta mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Siapakah mereka? Yaitu orang-orang yang menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar. Selama masih ada orang yang menjalankan prinsip ini, maka di sana akan tetap ada kebaikan. Jangan sampai kemungkaran tersebar di suatu daerah tanpa ada seorang pun yang menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar.
Simak Audio Ahlussunnah Ber-amar Ma'aruf Nahi Mungkar
--------------
Poin :
- Implementasi Akidah: Ber-amar ma'ruf nahi mungkar adalah bentuk nyata dari pelaksanaan pondasi-pondasi akidah yang telah dipelajari.
- Sifat Orang Beriman: Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran merupakan sifat utama orang beriman, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an (QS. At-Taubah: 71).
- Gelar Umat Terbaik (Khaira Ummah): Umat Islam meraih gelar umat terbaik salah satunya karena mereka menjalankan peran amar ma'ruf nahi mungkar (QS. Ali Imran: 110).
- Landasan Iman: Tindakan ini harus dilakukan semata-mata karena iman kepada Allah dan untuk meninggikan kalimat-Nya, bukan untuk mencari popularitas atau pujian manusia.
- Hukum Fardu Kifayah: Amar ma'ruf nahi mungkar atau berdakwah secara hukum adalah fardu kifayah; harus ada segolongan orang yang mengerjakannya agar kemungkaran tidak merajalela di suatu daerah.
- Buah dari Akidah yang Kokoh: Akidah yang benar akan membuahkan kecintaan kepada Allah, sehingga seseorang bersedia menanggung risiko demi memastikan Allah ditaati dan tidak dimaksiati.
No comments:
Post a Comment
Silahkan tinggalkan komentar Anda.