H002 ~ Guru dan Pujian Para Ulama kepada Penulis Kitab (Imam Ahmad bin Hambal)

 بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه

Halaqah yang kedua dari silsilah ilmiah pembahasan kitab Ushulus Sunnah yang ditulis oleh Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah. Dan sebelum kita masuk pada penjelasan dari kitab Ushulus Sunnah ini, kita akan mengenal lebih dekat dengan Al-Imam Ahmad bin Hambal.

Pujian Imam Syafi'i kepada Imam Ahmad

Ketika beliau bertemu dengan Imam Syafi'i—dan saat itu Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dan kita tahu siapa beliau—sempat berkata kepada Al-Imam Ahmad bin Hambal muridnya:

"يا أبا عبد الله، إذا صح الحديث عندك فأعلمني به، أذهب إليه، حجازياً كان أو شامياً، أو عراقياً أو يمنياً"

(Ya Aba Abdillah, idza shahha al-haditsu 'indaka fa a'limni bihi, adzhabu ilaihi, Hijaziyyan kana au Syamiyyan, au 'Iraqiyyan au Yamaniyyan).

Beliau mengatakan kepada muridnya Al-Imam Ahmad: "Wahai Abu Abdillah, kalau misalnya di sana ada hadis yang sahih menurutmu, maka kabarkan kepadaku. Aku akan bermazhab dengan hadis tersebut, baik itu adalah hadis yang diriwayatkan oleh orang-orang Hijaz, atau Syami, atau 'Iraqi, atau Yaman."

Pelajaran dari Ucapan Imam Syafi'i

Apa faedah yang bisa kita ambil dari ucapan ini? Menunjukkan tentang keutamaan Al-Imam Ahmad bin Hambal. Sampai gurunya sendiri mengatakan: "Kalau memang hadis ini sahih menurutmu, kabarkan kepadaku, aku akan condong kepadanya atau mengambilnya sebagai mazhabku." Padahal siapa Imam Syafi'i rahimahullah, seorang ulama besar juga yang dikenal dengan fikihnya, dikenal dengan hadisnya. Dan ini menunjukkan tentang bagaimana Al-Imam Ahmad bin Hambal di dalam masalah hadis beliau diakui oleh gurunya, diakui oleh yang lain.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah ketika menyebutkan ucapan Imam Syafi'i ini, beliau mengatakan:

"إن في قول الشافعي هذا لأحمد لإجلالاً كثيراً وشهادة في العلم عظيمة"

(Inna fi qauli asy-Syafi'iyyi hadza li Ahmada la ijlanan katsiran wa syahadatan fil 'ilmi 'adzhimatan).

"Sesungguhnya di dalam ucapan Imam Syafi'i ini terhadap Imam Ahmad, ini menunjukkan bagaimana penghormatan Imam Syafi'i kepada Imam Ahmad bin Hambal - padahal itu muridnya sendiri - dan ini adalah persaksian dari Imam Syafi'i rahimahullah, persaksian yang besar terhadap ilmu yang dimiliki oleh muridnya ini, yaitu Imam Ahmad bin Hambal." Terkadang seorang guru memuji muridnya, dan dari sini kita mengetahui bahwasanya muridnya ini memang berhak untuk diambil ilmunya. Ada rekomendasi, ada tazkiyah dari gurunya.

Karya Musnad Ahmad

Dan Al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah, beliau memiliki kitab hadis yang luas yang disebutkan di situ ribuan hadis Nabi Sallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Musnad Al-Imam Ahmad bin Hambal. Yang beliau pilih dari 750.000 hadis. Beliau menghafal 1.000.000 (satu juta). 750.000 hadis beliau memilihnya, memilih di antara hadis-hadis tersebut kemudian dicantumkan di dalam kitab beliau Al-Musnad, yaitu Musnad Ahmad bin Hambal yang kalau dulu ada 6 jilid cetakannya, dan sekarang sudah dicetak oleh Muassasah Ar-Risalah itu sampai 50 jilid dengan di-tahqiq.

Anaknya, yaitu Abdullah menceritakan:

"كان أبي يحفظ ألف ألف حديث"

(Kana abi yahfadzu alfu alfu hadits).

"Dahulu bapakku menghafal seribu-seribu hadis, yaitu 1.000 x 1.000 = 1.000.000 hadis."

Persaksian Ulama Lain (Yahya bin Ma'in)

Di sana ada selain dari ucapan Al-Imam Asy-Syafi'i yang menunjukkan tentang keutamaan Imam Ahmad, para ulama yang lain seperti Imam Bukhari, Ali ibnul Madini, Yahya bin Ma'in, yang menunjukkan tentang keutamaan Al-Imam Ahmad bin Hambal. Yahya bin Ma'in - ini beliau adalah termasuk ulama hadis yang sangat keras ya dalam menghukumi rawi, sehingga kalau ada seorang rawi yang sudah dikatakan tsiqah oleh beliau maka enggak usah kita cari yang lain karena beliau termasuk orang yang keras dalam menilai seorang rawi ini—beliau mengatakan:

"كان في أحمد بن حنبل خصال ما رأيتها في عالم قط، كان محدثاً، وكان حافظاً، وكان زاهداً، وكان عاقلاً"

(Kana fi Ahmad bin Hambal khishalun ma ra'aituha fi 'alimin qat, kana muhadditsan, wa kana hafidzan, wa kana zahidan, wa kana 'aqilan).

Yahya bin Ma'in mengatakan - dan beliau adalah salah seorang guru dari Imam Ahmad, jadi bukan hanya seorang guru saja yang memuji Al-Imam Ahmad tapi lebih dari satu orang guru - Yahya bin Ma'in mengatakan: "Di dalam diri Ahmad bin Hambal itu ada sifat-sifat yang aku tidak melihat sifat-sifat ini pada seorang alim pun." Maksudnya adalah tentunya ini pujian dari Yahya bin Ma'in, dan mungkin saja itu ada pada diri beliau juga ulama-ulama yang lain cuma mereka tawaduk, mereka merendahkan diri mereka. Kemudian beliau mengatakan: "Beliau adalah seorang muhaddits, beliau adalah seorang hafidz, beliau adalah seorang yang zuhud, dan orang yang berakal."

Ilmu yang beliau dapatkan ini membawa beliau kepada zuhud. Beliau adalah seorang muhaddits, seorang yang hafalannya tidak usah diragukan, dan beliau adalah seorang yang zuhud.

Ketajaman Ilmu dan Kemampuan Berhujah (Abu Zur'ah Ar-Razi)

Abu Zur'ah Ar-Razi beliau mengatakan:

"ما أعرف في أصحابنا أسود الرأس أفقه منه"

(Ma a'rifu fi as-habina aswada ar-ra'si afqaha minhu).

Yakni Ahmad bin Hambal. Abu Zur'ah Ar-Razi beliau mengatakan: "Aku tidak mengetahui orang yang lebih fakih daripada beliau, yaitu lebih paham tentang hadis daripada Al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah."

Beliau adalah orang yang sangat kuat hujahnya ya di dalam ilmu. Jadi selain beliau adalah seorang muhaddits, ahli fikih, ternyata beliau dalam bermunazarah, dalam berhujah di hadapan orang-orang yang sesat dan orang-orang yang menyimpang di dalam masalah akidah, Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan kepada beliau kekuatan. Kekuatan di dalam berhujah, dan ini tidak semua ulama diberikan yang demikian.

Sebagian mereka bisa kalau mengajar, ya membacakan ayat, membacakan hadis, mengajarkan akidah, bisa. Tapi belum tentu dia bisa dihadapkan dengan yang lain untuk berdebat dan bermunazarah. Ini ada ilmu tersendiri, ada syarat-syarat tersendiri. Nah, Al-Imam Ahmad bin Hambal ini termasuk orang yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla kelebihan sehingga kalau kita melihat percakapan beliau dan munazarah beliau dengan khususnya yang ada di zaman beliau yaitu orang-orang Mu'tazilah, kita dapatkan bagaimana beliau orang yang sangat cepat menghadirkan ayat, menghadirkan hadis, menghadirkan hujah, dan mematahkan hujah yang dibawakan oleh orang-orang ahlul bid'ah.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullah Roy di Kota Jember. Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy.

Simak audio lengkap pembahasan H002 ~ Guru dan Pujian Para Ulama kepada  Penulis Kitab (Imam Ahmad bin Hambal).



No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar Anda.