Bagaimana Terhindar Dari Riya

Terkadang dalam beribadah kita merasa tidak nyaman karena muncul perasaan ingin berbuat riya. Kecenderungan seperti ini banyak dialami oleh setiap orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Riya tidak hanya menyerang orang-orang awam, bahkan seorang ahli ibadah dan orang berilmu pun tidak luput dari penyakit hati yang satu ini. 

Riya merupakan perkara yang sangat berat. Yusuf bin Al-Husain rahimahullah pernah berkata:

"Perkara yang paling berat di dunia ini adalah ikhlas.Betapa seringnya aku bersungguh-sungguh berusaha menghilangkan riya dari hatiku, namun seolah-olah ia akan tumbuh kembali dalam bentuk yang lain." (Madarijus Salikin, jilid 2, hlm. 95)

Hanya orang-orang yang diberi taufik oleh Allah yang dapat selamat dari riya, yaitu penyakit yang menggugurkan amalan. Salah satu cara untuk mengatasi riya adalah dengan menghadirkan kebesaran Allah dalam setiap amalan. Riya dalam ibadah biasanya muncul karena keinginan untuk dikenal atau dipuji oleh manusia. Cara melawannya adalah dengan meyakinkan diri bahwa pujian manusia sama sekali tidak memberi manfaat bagi ibadah yang kita lakukan dan tidak akan memasukkan kita ke dalam surga. Sesungguhnya, pujian yang dapat mengantarkan seseorang ke surga hanyalah pujian dari Allah.

Berikut ini ulasan audio singkat tentang cara mengatasi riya dan memudahkan kekhusyukan dalam ibadah, yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah dalam salah satu sesi tanya jawab majelis beliau.  

KLIK DISINI

Semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa beramal dengan ikhlas dan melindungi diri kita dari riya, penghancur amalan. Wallahu a'lam. 

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar Anda.