H004 ~ Kepribadian dan Keteladanan Penulis Kitab
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه
Halaqah yang keempat dari silsilah ilmiah pembahasan kitab Ushulus Sunnah yang ditulis oleh Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah. Dan sebelum kita masuk pada penjelasan dari kitab Ushulus Sunnah ini, kita akan mengenal lebih dekat dengan Al-Imam Ahmad bin Hambal.
Fitnah Khalqul Qur’an
Sesuatu yang sangat identik dengan Imam Ahmad bin Hambal adalah keteguhan beliau di dalam menghadapi fitnah, yang dikenal dengan fitnah Khalqul Qur’an. Fitnah yang berkaitan dengan keyakinan bahwasanya Al-Qur'an itu adalah makhluk, bukan kalamullah.
Fitnah ini muncul di zaman Khalifah Al-Ma'mun, salah seorang khalifah dari Bani Abbasiyah. Beliau (Al-Ma’mun) sudah terpengaruh dengan orang-orang Mu'tazilah, sehingga beliau meyakini bahwasanya Al-Qur'an ini adalah makhluk. Maka beliau memaksa manusia, memaksa rakyatnya, memaksa para ulama untuk mengatakan bahwasanya Al-Qur'an itu adalah makhluk.
Dan beliau mengirim surat ke daerah-daerah, ke Gubernur-gubernur supaya men-tes para ulama. Barang siapa yang mengatakan Al-Qur'an adalah kalamullah, maka dia disiksa, atau dia dipenjara, atau dia dipecat dari kedudukannya. Tapi kalau dia mengatakan Al-Qur'an adalah makhluk, maka dia dilepaskan.
Banyak di antara ulama saat itu yang karena mereka terpaksa, maka mereka pun mengikuti apa yang diinginkan oleh khalifah saat itu. Karena Allah $Subhanahu\ wa\ ta’ala$ memberikan keringanan bagi orang yang dipaksa sementara hatinya tetap dalam keadaan tenang dengan keimanan.
Keteguhan Imam Ahmad bin Hambal
Akan tetapi, Al-Imam Ahmad bin Hambal saat itu beliau memilih untuk bersabar. Beliau tidak ingin memberikan contoh yang tidak baik bagi orang-orang setelah beliau. Seandainya beliau saat itu mengatakan Al-Qur'an adalah makhluk, maka niscaya orang-orang setelah beliau akan mengatakan demikian dan mereka akan mengikuti ucapan Imam Ahmad.
Maka beliau lebih memilih untuk dipenjara, bahkan beliau dicambuk, beliau diseret, disiksa supaya beliau mengatakan bahwasanya Al-Qur'an itu adalah makhluk. Tetapi beliau rahimahullah tetap kokoh di atas pendirian beliau. Beliau mengatakan: "Berikan aku hujah dari Al-Qur'an atau dari hadis Nabi $Sallallahu\ 'alaihi\ wa\ sallam$ yang menunjukkan bahwasanya Al-Qur'an itu adalah makhluk." Sementara orang-orang Mu'tazilah mereka membawakan syubhat-syubhat, mereka menggunakan akal-akal mereka, dan mereka tidak bisa membawakan satu ayat pun atau satu hadis pun yang secara tegas menunjukkan bahwasanya Al-Qur'an itu adalah makhluk.
Beliau tetap bersabar sampai berlalu tiga khalifah: Al-Ma'mun, kemudian Al-Mu'tashim, kemudian Al-Watsiq. Tiga khalifah ini adalah khalifah yang sangat keras kepada Al-Imam Ahmad bin Hambal. Beliau dipenjara di zaman Al-Mu'tashim, beliau disiksa, dipukul, dicambuk di depan khalifah Al-Mu'tashim, dan beliau tetap dalam keadaan bersabar.
Berakhirnya Masa Fitnah
Sampai akhirnya datang Khalifah Al-Mutawakkil, yang kemudian Allah $Subhanahu\ wa\ ta’ala$ jadikan beliau (Al-Mutawakkil) sebagai orang yang menolong sunnah. Beliau memuliakan Imam Ahmad bin Hambal, menghentikan fitnah tadi, dan melarang orang-orang untuk mengatakan Al-Qur'an adalah makhluk.
Maka terkenallah Al-Imam Ahmad bin Hambal sejak saat itu sebagai Imam Ahlussunnah. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama: "Sesungguhnya Allah menolong agama ini dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika terjadi fitnah orang-orang murtad, dan Allah menolong agama ini dengan Ahmad bin Hambal ketika terjadi fitnah Khalqul Qur’an."
Wafatnya Al-Imam Ahmad
Al-Imam Ahmad bin Hambal meninggal dunia pada tahun 241 Hijriah. Meninggal di Baghdad pada bulan Rabiul Awal, dan saat itu didatangi oleh ribuan orang dari berbagai penjuru untuk mensalati beliau dan mengantarkan jenazah beliau. Dan ini menunjukkan tentang bagaimana kecintaan manusia kepada beliau. Karena tanda kebenaran seseorang adalah banyaknya orang yang mensalati dan mengantarkan jenazahnya. Beliau meninggal pada umur 77 tahun.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullah Roy di Kota Jember. Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy.
Simak audio lengkap pembahasan H004 ~ Kepribadian dan Keteladanan Penulis Kitab
No comments:
Post a Comment
Silahkan tinggalkan komentar Anda.