Dzikir Untuk Menambah Kekuatan Sebelum Tidur
Zikir sebelum tidur merupakan salah satu bagian dari adabul manam (adab tidur) yang diajarkan dalam Islam. Di antara sekian banyak riwayat, terdapat satu praktik zikir yang secara khusus diajarkan oleh Rasulullah ﷺ kepada putri beliau, Fatimah radhiyallahu 'anha, dan menantunya, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Zikir ini populer dengan sebutan "Zikir Fatimah".
Matan Hadist
Terjemahan Hadist :
"Bahwasanya Fatimah radhiyallahu 'anha. mengeluhkan bekas gilingan gandum pada tangannya. Ketika Nabi ﷺ mendapatkan tawanan perang, Fatimah radhiyallahu 'anha datang menemui beliau namun tidak mendapati beliau. Fatimah kemudian menitipkan pesan kepada Aisyah. Saat Nabi datang, Aisyah memberitahu beliau. Ali melanjutkan: Maka Nabi mendatangi kami saat kami telah berbaring di tempat tidur. Aku hendak berdiri, namun beliau bersabda: 'Tetaplah di tempat kalian.' Beliau duduk di antara kami hingga aku merasakan dingin kedua kaki beliau di dadaku. Beliau bersabda: 'Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu? Jika kalian hendak menuju tempat tidur, maka bertakbirlah (Allahu Akbar) 34 kali, bertasbihlah (Subhanallah) 33 kali, dan bertahmidlah (Alhamdulillah) 33 kali. Maka itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu.'"
Derajat Hadist
Berdasarkan standar ilmu hadis, riwayat ini memiliki derajat Muttafaqun 'Alaih (disepakati keshahihannya oleh dua imam besar hadis).
- Shahih Al-Bukhari: Dicantumkan dalam beberapa bab, di antaranya Kitab Fadha'il Ash-Shahabah (No. 3705) dan Kitab Ad-Da’awat (No. 6318).
- Shahih Muslim: Dicantumkan dalam Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du’a wa At-Taubah (No. 2727).
Karena statusnya yang berada di tingkat tertinggi keshahihan, hadis ini bersifat valid / hujjah dan dapat dijadikan sandaran pengamalan secara mutlak dalam syariat Islam.
Pendapat Ulama
Para ulama memberikan ulasan mendalam mengenai korelasi antara "zikir" dengan "kekuatan fisik" yang disebutkan dalam hadis tersebut:
- Ibnu Taimiyah: Beliau berpendapat bahwa siapa pun yang merutinkan zikir ini sebelum tidur, ia tidak akan merasakan keletihan yang berlebihan dalam aktivitas sehari-hari. Kekuatan fisik yang dihasilkan dari zikir ini dianggap lebih efektif dan berkah dibandingkan bantuan tenaga dari manusia (pembantu).
- Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: Dalam kitab Al-Wabil ash-Shayyib, beliau menjelaskan bahwa zikir memberikan kekuatan pada jantung dan fisik. Beliau mencontohkan bagaimana Ali bin Abi Thalib tidak pernah meninggalkan zikir ini bahkan pada malam-malam peperangan yang sangat menguras energi fisik dan mental (seperti malam Perang Siffin).
- Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani: Dalam Fathul Bari, beliau menjelaskan bahwa manfaat "lebih baik dari pembantu" bisa bermakna dua hal: (1) Manfaat ukhrawi yang jauh mengungguli manfaat duniawi, atau (2) Allah memberikan kekuatan fisik yang mencukupi sehingga orang tersebut tidak lagi membutuhkan pembantu dalam menyelesaikan urusan rumah tangganya.
Kesimpulan :
Berdasarkan deskripsi hadis, tata cara pengamalan zikir ini adalah:
- Dilakukan saat sudah berada di pembaringan (hendak tidur).
- Subhanallah: 33 kali.
- Alhamdulillah: 33 kali.
- Allahu Akbar: 34 kali. (Catatan: Perbedaan jumlah takbir menjadi 34 kali bertujuan agar total zikir genap menjadi 100).
No comments:
Post a Comment
Silahkan tinggalkan komentar Anda.